DEFINISI

Arbitrage/arbitrase/arbitrasi secara umum didefinisikan sebagai teknik perdagangan yang digunakan oleh para profesional dalam pasar keuangan dimana mereka melakukan transaksi pada 2 pihak secara bersamaan dengan harga yang berbeda. Perbedaan pada harga transaksi ini memberikan profit tanpa resiko secara langsung dan tidak dipengaruhi oleh pergerakan harga pada transaksi yang diperdagangkan. 

 

Perhatikan pengertian diatas bahwa poin paling penting dalam arbitrage ini adalah:

*) Transaksi 2 pihak

**) Transaksi dilakukan secara bersamaan

***) Transaksi dilakukan dengan 2 harga yang berbeda

****) Memberikan profit tanpa resiko

*****) Tidak dipengaruhi pergerakan harga

 

Semua yang dikatakan sebagai arbitrage harus memenuhi 5 poin penting diatas dan bila ada salah satu dari 5 poin diatas tidak terpenuhi maka tidak bisa dikatakan sebagai teknik arbitrage.

 

Sama halnya dengan pasar keuangan, dalam bursa olahraga juga terjadi transaksi jual beli begitupun sebaliknya yang digambarkan dengan index angka tertentu yang disebut ODDS. Hal ini bisa terjadi karena adanya perbedaan pandangan tiap-tiap bookies terhadap hasil suatu pertandingan olahraga. Dengan demikian teknik arbitrage bisa diterapkan dalam bursa olahraga dan inilah yang disebut sebagai Sports Arbitrage Trading.

 

Perbedaan pandangan tiap-tiap bookies ini otomatis akan membuka peluang kita untuk berinvestasi pada semua kemungkinan hasil pertandingan secara bersamaan dan pasti akan menghasilkan profit. Besarnya profit dapat anda ketahui bahkan sebelum pertandingan tersebut dimulai sehingga kelima poin penting dalam arbitrage terpenuhi.

 

Perhatikan contoh pertandingan berikut ini :

 

PLAYER

BOOKIE A

BOOKIE B

DJOKOVIC

1.36

1.189

NADAL

3.17

5.50

 

Teknik arbitrage yang akan kita lakukan terhadap contoh pertandingan diatas adalah :

1. Pasang sejumlah 801.00 USD pada Djokovic di Bookie A.

2. Pasang sejumlah 198.00 USD pada Nadal di Bookie B.

 

Pemasangan dilakukan sebelum pertandingan dimulai terhadap 2 pihak yaitu Bookie A dan Bookie B pada harga Djokovic 1.36 dan Nadal 5.50 secara bersamaan sehingga 3 poin arbitrage telah terpenuhi.

 

Total modal yang anda investasikan pada pertandingan tersebut sebesar 999.00 USD.

 

Kemungkinan hasil pertandingan yang terjadi adalah :

1. Bila Djokovic menang maka jumlah total dana anda di Bookie A menjadi 1089.00 USD

2. Bila Nadal menang maka jumlah total dana anda di Bookie B menjadi 1089.00 USD

 

Total profit yang pasti anda dapatkan apapun hasil pertandingan yang terjadi adalah :

 

Profit  = Total Dana Akhir - Total Investasi

 

Sehingga :

 

Profit   = 1089.00 USD - 999.00 USD                       = 90.00 USD

 

Telah terbukti bahwa sebelum pertandingan dimulai anda sudah dapat mengetahui jumlah profit yang anda terima dan tidak akan dipengaruhi lagi oleh pergerakan harga (Odds) setelah anda bertransaksi sehingga poin arbitrage ke-4 dan ke-5 telah terpenuhi. Inilah yang dinamakan sebagai Sports Arbitrage Trading.

 

Sports Arbitrage Trading dan Trading Forex

 

Trading Forex (Foreign Exchange) adalah suatu jenis transaksi yang memperdagangkan mata uang suatu negara terhadap mata uang negara lainnya. Mata uang yang diperdagangkan di forex selalu berpasangan (pair) karena setiap anda melakukan transaksi forex berarti anda membeli suatu mata uang dan sekaligus menjual mata uang lainnya secara simultan.

 

Ada 2 posisi yang bisa anda lakukan dalam forex :

1. Posisi LONG/OPEN BUY : Posisi dimana seorang trader membeli suatu mata uang pada harga tertentu dan bertujuan untuk menjualnya kemudian pada harga yang lebih tinggi.

2. Posisi SHORT/OPEN SELL : Posisi dimana seorang trader menjual suatu mata uang pada harga tertentu dan bertujuan untuk membeli kemudian pada harga yang lebih rendah.

 

Posisi membeli dan kemudian menjual atau sebaliknya, tidak dilakukan dalam waktu yang bersamaan. Waktu menunggu saat membeli kemudian menjual atau sebaliknya disebut dengan Floating. Jadi trading forex sebenarnya sederhana yaitu anda hanya memprediksi apakah harga suatu pair mata uang nantinya akan naik atau sebaliknya akan turun. Untuk menentukan market akan naik atau turun bisa dilakukan Analisa Fundamental (ekonomi, politik) dan Analisa Teknikal (matematis). Yang namanya analisa tentunya bisa saja meleset dari perkiraan karena tidak ada seorangpun yang bisa mengontrol pergerakan market.

 

Jadi mari kita coba menggambarkan perbandingan Sports Arbitrage Trading dengan Trading Forex. Perhatikan tabel dibawah ini :

FOREX

SPORTS ARBITRAGE

Resiko Tinggi

Tanpa Resiko

Floating

Tanpa Floating

Profit/Loss

Pasti Profit

Senin - Jumat

Senin - Minggu

Modal Kecil

Modal Besar

 

Pada tabel diatas terlihat ada 5 perbedaan yang mendasar antara Forex dan Sports Arbitrage. Semua perbedaan itu kalau anda amati hanya bersumber pada yang namanya Floating. Floating inilah yang menyebabkan trading beresiko sehingga hasilnya pun tidak akan ada kepastian. Bila anda memprediksi market akan naik dan bila ternyata market turun maka akan timbul kerugian begitu juga sebaliknya. Sports Arb jelas tanpa floating karena kita jual dan beli ataupun sebaliknya dilakukan secara bersamaan tanpa harus menunggu 1 detik, 1 hari atau 1 bulan.

 

Sports Arbitrage Trading dan Betting Exchange Trading

 

Konsep dasar Betting Exchane (BE) Trading sebenarnya sama dengan forex hanya saja pada BE, trading diterapkan pada bursa olahraga. Anda hanya memprediksi apakah tim yang bertanding akan menang atau akan kalah.

 

Ada 2 posisi yang anda bisa terapkan dalam BE yaitu :

1. BACK : Bila anda memprediksi tim yang anda pasang akan menang

2. LAY    : Bila anda memprediksi tim yang anda pasang akan kalah.

 

Bila anda hanya melakukan salah satu hal diatas hingga pertandingan selesai maka sudah pasti anda hanya berjudi tetapi bila anda melakukan BACK di awal dan kemudian LAY ataupun sebaliknya sebelum pertandingan selesai maka ini yang disebut sebagai Betting Exchange Trading.

 

Dalam trading di BE berlaku rumus mutlak berikut :

BACK HIGH LAY LOW!

 

*)         Bila anda BACK di nilai odds tertentu maka anda harus LAY saat nilai oddsnya lebih kecil.

Contoh :

- Anda BACK di odds 1.15 maka anda akan menghasilkan profit bila anda LAY di odds 1.10 Bila ternyata odds LAY di 1.20 maka anda akan mengalami kerugian.

 

**)       Bila anda LAY di nilai odds tertentu maka anda harus BACK saat nilai oddsnya lebih tinggi.

Contoh :

- Bila anda LAY di odds 1.15 maka anda akan menghasilkan profit bila anda BACK di odds 1.20 Bila ternyata odds BACK di 1.10 maka anda akan mengalami kerugian

 

Perhatikan tabel dibawah ini :

 

BETTING EXCHANGE

SPORTS ARBITRAGE

Resiko Low

Tanpa Resiko

Floating

Tanpa Floating

Profit/Loss

Pasti Profit

Modal Kecil

Modal Besar

 

Dari tabel diatas terlihat bahwa Trading BE hampir sama dengan forex hanya saja resiko trading BE lebih kecil daripada trading forex dan tetap sumber dari ketidakpastian trading di BE ataupun Forex adalah Floating. Trading BE tetap harus memasang sisi yang berlawanan dengan jeda waktu tertentu hingga nilai odds lawannya akan berubah naik ataupun turun.

 

Demikian penjelasan kami tentang Sports Arbitrage Trading baik definisi maupun berbagai perbedaannya dengan jenis trading lain. Kami berharap anda bisa mengerti dan memahami sebelum mulai berinvestasi pada kami. Jadilah investor yang cerdas, investor yang tahu dana investasi anda akan diputar di bidang apa dan bagaimana cara kerjanya.

 

Salam Arb!